Categories
Rumah

Ide Denah untuk Apartemen 2 Kamar Tidur

Mengolah desain interior hunian vertikal dapat dilakukan dengan pendekatan Fengshui. Hasilnya, nyaman dan tetap tampil modern. “Walaupun ukuran apartemen terbilang kecil, pemilik mempercayakan apartemennya kepada ahli Fengshui,” ujar Ivon Xue membuka cerita tentang desainnya. Proses desain apartemen milik Herfendi ini dimulai ketika Ivon diperkenalkan oleh Mas Dian, seorang pakar Fengshui. Pemilik meminta untuk dibantu dalam merenovasi interior apartemenya. “Pemilik merupakan teman dari Mas Dian. Kami dikenalkan oleh beliau karena kami banyak bekerjasama dengan Mas Dian untuk memenuhi konsep dan perancangan arsitektur dan interior yang disarankan,” imbuh Ivon.

Cermin dalam Fengshui

Ivon dan Mas Dian lantas berkolaborasi dalam mewujudkan hunian apartemen sesuai keinginan pemilik. Selain aspek Fengshui, kenyaman dan keindahan juga menjadi fokus utama. Dengan luas ruangan yang terbatas, penggunaan cermin sebagai pelapis kemudian menjadi pilihan. Cermin berguna untuk membuat ruangan terasa lebih luas. Dalam Fengshui sendiri, saat menghadapi ruang kurang luas seperti di apartemen, ruko, dan showroom, sering terdapat saran untuk menempatkan cermin. Penambahan cermin berukuran besar bertujuan untuk menggandakan ruang, sehingga efeknya menjadi lebih luas. “Posisi penempatan cermin sebaiknya jangan sembarangan karena cermin bersifat memantulkan. Dengan begitu, pemakaian cermin sebaiknya jangan diarahkan ke pintu utama supaya rejeki yang akan masuk tidak terpantulkan kembali,” ujar Ivon.

Pemilihan Material

Tak tanggung-tanggung, untuk menghasilkan kesan luas yang optimal, Ivon Xue memasang cermin dengan ukuran yang cukup besar di ruang keluarga. Sebuah sisi dinding ruang keluarga hampir tertutup dengan cermin, dari lantai hingga plafon. Hasilnya, ruang keluarga yang memanjang ini terlihat lebih lapang. Tak hanya membuat kesan luas, penempatan cermin juga untuk mengatasi kondisi dinding eksisting yang pengerjaannya kurang rapi. “Bentangan cermin pada ruang keluarga, selain untuk memberikan kesan luas, juga menyiasati kekurangan dari dinding existing yang ada. Dinding existing yang presisinya kurang sempurna, kita cover dengan panel cermin yang sebelumnya kita backing dengan plywood 12 mm terlebih dahulu,” tutur Ivon menjelaskan. Untuk menutup permukaan dinding yang cukup lebar, Ivon tidak dapat menggunakan cermin dengan ukuran yang besar.

Ia sengaja membuat cermin dalam modul-modul lebih kecil. Alasannya, kapasitas lift tak mencukupi untuk mengangkut cermin dengan bentangan yang cukup besar. “Cermin di dinding ini sengaja kita buat per modul, selain demi alasan estetika, biar tidak terkesan polos. Mengingat bentangan ukuran cermin yang ada, apakah bisa cukup masuk di lift barang apartemen, melihat kapasitas lift yang ada sangat terbatas?” imbuh desainer interior muda ini. Dengan penempatan yang tepat, ruangan pun terasa lebih terang. Cermin juga membantu mendistribusikan cahaya alami (matahari) maupun buatan (lampu). Penerapan Fengshui dalam hunian terbatas ternyata bisa optimal. Tampilan ruang tampil modern tanpa banyak pernak-pernik. Fungsi, kenyaman, dan keindahan tetap tersaji.

Kiat Pemasangan Cermin

Jenis cermin yang dipakai di apartemen adalah clear glass mirror. Ini merupakan jenis cermin yang biasanya kita gunakan untuk berdandan. Sedangkan untuk sambungan, digunakan lem khusus cermin. “Caranya, bubuhkan lem khusus cermin tersebut ke beberapa titik di permukaan plywood. Sebaiknya jangan diratakan agar suatu hari saat membongkar, cermin dapat mudah dilepas. Selain itu, berikan pula double tape busa untuk men-support dan mengantisipasi lem yang belum kering,” jelas Ivon

Dapur Terpisah Namun Menyatu

Ada yang unik pada dapur milik Herfendi. Dapurnya tertutup namun terbuka. Berada di ruang tersendiri, namun masih dapat berinteraksi dengan ruang lain. Dapur apartemen, yang umumnya terbuka dengan ruang lain, tak dijumpai di unit apartemen Central Park ini. Menurut Ivon, bentuk dapur yang berada dalam ruangan sudah bagian dari eksisting. Tapi karena pemilik menginginkan dapur yang terkesan luas, sebagian dinding dibongkar. Meja makan pun ditempatkan menyatu dengan lubang dinding. “Supaya tidak terkesan gelap, sempit, dan kurang comfortable karena terhalang dinding, maka pemilik minta dapur direnovasi, supaya cahaya bisa masuk dan jarak pandang mata luas. Komunikasi dan distribusi proses memasak dan makan antara penghuni pun tidak terhalang oleh dinding,” tutur Ivon. Selain dinding, warna kabinet dapur lama yang kurang menarik juga diganti. Pemilik meminta cover dengan warna kayu di seluruh kabinet dapurnya. Kabinet lama juga sedikit diubah untuk tempat kulkas dan penambahan bronze mirror di dinding tengah dapur.

Praktisnya Storage Terbuka Pemilik berasal dari luar Jakarta. Ia memfungsikan apartemen seluas 77,5 m² ini sebagai rumah singgah saat ada keperluan pekerjaan. Karena sebagai rumah kedua dan tak banyak barang yang harus disimpan, penyimpanan dibuat terbuka, hanya berupa ambalan tanpa pintu. Pemilik pun lebih mudah dalam menjangkau barangbarang yang dibutuhkannya. Kondisi eksisting ruang yang banyak cerukan membuat pemasangan ambalan lebih optimal. Ruang cerukan jadi tak terbuang sia-sia. Untuk mempermudah perawatan, Ivon pun memilih HPL (High Pressure Laminate) sebagai bahan pelapis. Bahan ini pemasangannya praktis, perawatannya mudah, serta memiliki banyak macam warna dan tekstur. Pemakaian material ini cocok untuk apartemen yang memang tidak terlalu sering ditinggali oleh pemiliknya.

Siapkan Genset

Apartemen yang berada di Bali ini tentu sudah dibekali dengan genset bali yang berkualitas dan bergaransi resmi. Ivon menyarankan agar apartemennya dibekali dengan genset sebagai sumber listrik alternatif bila terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Pastikan anda membeli genset di distributor jual genset bali yang terbaik, terpercaya dan original