Categories
Rumah

Desain Interior Modern

benda-benda tradiSional memiliki nilai tersendiri di hati masyarakat. Hasil kebudayaan asli yang menjadi bagian hidup masyarakat secara turun temurun ini biasanya memiliki filosofi dalam bentuk dan pembuatannya. Contohnya kain batik, yang sudah diciptakan dan berkembang di masyarakat indonesia dari zaman dahulu. Hingga kini batik terus digunakan oleh masyarakat kita, menjadi bagian hidup kita. ketika kita mempertimbangkan makna dari benda-benda tradisional yang akan kita gunakan, secara tidak langsung kita turut menjaga nilai filosofinya. kita layak mencoba untuk memanfaatkan benda tradisional sebagai elemen penghias ruangan. selain menampilkan estetika dari karakternya, seperti detail dan bahannya yang bernilai tinggi, benda tradisional juga dapat mengingatkan kita akan jati diri, identitas pemilik rumah, maupun kenangan akan kunjungan ke suatu daerah.

Dari segi tampilan, benda tradisional memiliki beberapa kekuatan, yakni detail kerapian dan ketelitian, keterampilan dari pembuatnya, sebuah “jiwa” dari bendanya, hingga sebuah ketidak teraturan justru dapat bertransformasi menjadi sebuah elemen interior yang menarik. Tidaklah perlu mengganti keseluruhan perabotan dengan benda-benda tradisional. kita bisa mendapatkan nuansa etnik hanya dengan menempatkan sebuah benda tertentu pada ruangan. Memadu padan benda tradisional ke dalam ruang memerlukan kepekaan yang kuat, disertai wawasan yang luas agar dapat mewujudkan ruang dengan komposisi yang seimbang. Ada hal yang harus diperhatikan agar ruang maupun rumah tidak berkesan kuno. kuncinya adalah dengan tidak menempatkan benda-benda tradisional secara berlebihan di dalam sebuah ruang. Usahakan juga agar pernak-pernik lainnya lebih bergaya modern, agar benda tradisional tersebut nantinya dapat menjadi sebuah highlight. Pemilihan warna pada benda juga dapat menciptakan kesan yang berbeda. Misalnya seperti ragam warna pupur putih, yang dapat membuat furnitur kayu tradisional terlihat lebih casual. sebuah benda tradisional dapat juga kita recycle, reuse, dan refunction, agar dapat menjadi sebuah elemen pembentuk interior yang kita inginkan

Tips MeNATA BeNDA TRADisioNAL

M. Taufan dari retota memberikan tips seputar menggunakan benda tradisional sebagai elemen interior. Menurutnya, benda-benda tradisional akan tampil jauh lebih menarik apabila ditempatkan secara sederhana, sehingga selain menjadi primadona di ruang itu, benda dengan detail yang rumit akan menjadi centerpiece. “kini sudah banyak gaya padu padan elemen tradisional dengan elemen modern yang kontemporer. kita selalu bisa mencoba menerapkannya pada rumah kita. Pada akhirnya, perawatan yang berkala dari kelembapan dan debu dapat membuat benda-benda tradisional yang kita miliki lebih bertahan lama,” ujarnya.

NUANsA TRADisioNAL BeRCiTA RAsA MoDeRN

Aksesori modern yang bernuansa tradisional kini makin lazim ditemui. ini merupakan sebuah bentuk apresiasi dari produsen untuk konsumen yang menginginkan elemen tradisional dalam rumahnya, tanpa harus berkesan kuno. salah satu contohnya adalah dengan mengadaptasi pola dan motif tradisional ke dalam kain, yang kemudian dikembangkan dan dieksplorasi hingga menjadi sebuah karya seni tinggi bercita rasa tradisional, seperti yang dilakukan oleh retota, yang mencampur nilai-nilai dan teknik tradisional dengan gaya modern agar mudah dipadu padankan dengan perkembangan desain interior

MeNGUBAh FUNGsi BeNDA sehARi-hARi

salah satu cara untuk menerapkan benda tradisional kedalam rumah adalah dengan mengubah fungsi suatu benda (refunction). sebuah benda yang kerap kita gunakan sehari-hari terkadang dapat menjadi sebuah benda dengan nilai estetis yang lebih, saat kita mengalih fungsikannya sebagai penghias ruangan. eksplorasi sebuah karya tradisional juga diterapkan oleh Vivere, yang banyak membuat pernak-pernik penghias ruangan hasil refunction dari benda-benda tradisional seperti wayang, gebyok, hingga ke mainan anak-anak, yakni congklak, yang dijadikan pernak-pernik penghias ruangan bercita rasa tinggi. kita pun dapat menerapkan hal yang serupa ke dalam rumah. Jangan lupa siapkan genset agar rumah anda semakin nyaman di tinggali. Bagi kamu yang tinggal di jakarta pastikan membeli genset di supplier jual genset jakarta yang bergaransi resmi

Categories
Rumah

Ide Denah untuk Apartemen 2 Kamar Tidur

Mengolah desain interior hunian vertikal dapat dilakukan dengan pendekatan Fengshui. Hasilnya, nyaman dan tetap tampil modern. “Walaupun ukuran apartemen terbilang kecil, pemilik mempercayakan apartemennya kepada ahli Fengshui,” ujar Ivon Xue membuka cerita tentang desainnya. Proses desain apartemen milik Herfendi ini dimulai ketika Ivon diperkenalkan oleh Mas Dian, seorang pakar Fengshui. Pemilik meminta untuk dibantu dalam merenovasi interior apartemenya. “Pemilik merupakan teman dari Mas Dian. Kami dikenalkan oleh beliau karena kami banyak bekerjasama dengan Mas Dian untuk memenuhi konsep dan perancangan arsitektur dan interior yang disarankan,” imbuh Ivon.

Cermin dalam Fengshui

Ivon dan Mas Dian lantas berkolaborasi dalam mewujudkan hunian apartemen sesuai keinginan pemilik. Selain aspek Fengshui, kenyaman dan keindahan juga menjadi fokus utama. Dengan luas ruangan yang terbatas, penggunaan cermin sebagai pelapis kemudian menjadi pilihan. Cermin berguna untuk membuat ruangan terasa lebih luas. Dalam Fengshui sendiri, saat menghadapi ruang kurang luas seperti di apartemen, ruko, dan showroom, sering terdapat saran untuk menempatkan cermin. Penambahan cermin berukuran besar bertujuan untuk menggandakan ruang, sehingga efeknya menjadi lebih luas. “Posisi penempatan cermin sebaiknya jangan sembarangan karena cermin bersifat memantulkan. Dengan begitu, pemakaian cermin sebaiknya jangan diarahkan ke pintu utama supaya rejeki yang akan masuk tidak terpantulkan kembali,” ujar Ivon.

Pemilihan Material

Tak tanggung-tanggung, untuk menghasilkan kesan luas yang optimal, Ivon Xue memasang cermin dengan ukuran yang cukup besar di ruang keluarga. Sebuah sisi dinding ruang keluarga hampir tertutup dengan cermin, dari lantai hingga plafon. Hasilnya, ruang keluarga yang memanjang ini terlihat lebih lapang. Tak hanya membuat kesan luas, penempatan cermin juga untuk mengatasi kondisi dinding eksisting yang pengerjaannya kurang rapi. “Bentangan cermin pada ruang keluarga, selain untuk memberikan kesan luas, juga menyiasati kekurangan dari dinding existing yang ada. Dinding existing yang presisinya kurang sempurna, kita cover dengan panel cermin yang sebelumnya kita backing dengan plywood 12 mm terlebih dahulu,” tutur Ivon menjelaskan. Untuk menutup permukaan dinding yang cukup lebar, Ivon tidak dapat menggunakan cermin dengan ukuran yang besar.

Ia sengaja membuat cermin dalam modul-modul lebih kecil. Alasannya, kapasitas lift tak mencukupi untuk mengangkut cermin dengan bentangan yang cukup besar. “Cermin di dinding ini sengaja kita buat per modul, selain demi alasan estetika, biar tidak terkesan polos. Mengingat bentangan ukuran cermin yang ada, apakah bisa cukup masuk di lift barang apartemen, melihat kapasitas lift yang ada sangat terbatas?” imbuh desainer interior muda ini. Dengan penempatan yang tepat, ruangan pun terasa lebih terang. Cermin juga membantu mendistribusikan cahaya alami (matahari) maupun buatan (lampu). Penerapan Fengshui dalam hunian terbatas ternyata bisa optimal. Tampilan ruang tampil modern tanpa banyak pernak-pernik. Fungsi, kenyaman, dan keindahan tetap tersaji.

Kiat Pemasangan Cermin

Jenis cermin yang dipakai di apartemen adalah clear glass mirror. Ini merupakan jenis cermin yang biasanya kita gunakan untuk berdandan. Sedangkan untuk sambungan, digunakan lem khusus cermin. “Caranya, bubuhkan lem khusus cermin tersebut ke beberapa titik di permukaan plywood. Sebaiknya jangan diratakan agar suatu hari saat membongkar, cermin dapat mudah dilepas. Selain itu, berikan pula double tape busa untuk men-support dan mengantisipasi lem yang belum kering,” jelas Ivon

Dapur Terpisah Namun Menyatu

Ada yang unik pada dapur milik Herfendi. Dapurnya tertutup namun terbuka. Berada di ruang tersendiri, namun masih dapat berinteraksi dengan ruang lain. Dapur apartemen, yang umumnya terbuka dengan ruang lain, tak dijumpai di unit apartemen Central Park ini. Menurut Ivon, bentuk dapur yang berada dalam ruangan sudah bagian dari eksisting. Tapi karena pemilik menginginkan dapur yang terkesan luas, sebagian dinding dibongkar. Meja makan pun ditempatkan menyatu dengan lubang dinding. “Supaya tidak terkesan gelap, sempit, dan kurang comfortable karena terhalang dinding, maka pemilik minta dapur direnovasi, supaya cahaya bisa masuk dan jarak pandang mata luas. Komunikasi dan distribusi proses memasak dan makan antara penghuni pun tidak terhalang oleh dinding,” tutur Ivon. Selain dinding, warna kabinet dapur lama yang kurang menarik juga diganti. Pemilik meminta cover dengan warna kayu di seluruh kabinet dapurnya. Kabinet lama juga sedikit diubah untuk tempat kulkas dan penambahan bronze mirror di dinding tengah dapur.

Praktisnya Storage Terbuka Pemilik berasal dari luar Jakarta. Ia memfungsikan apartemen seluas 77,5 m² ini sebagai rumah singgah saat ada keperluan pekerjaan. Karena sebagai rumah kedua dan tak banyak barang yang harus disimpan, penyimpanan dibuat terbuka, hanya berupa ambalan tanpa pintu. Pemilik pun lebih mudah dalam menjangkau barangbarang yang dibutuhkannya. Kondisi eksisting ruang yang banyak cerukan membuat pemasangan ambalan lebih optimal. Ruang cerukan jadi tak terbuang sia-sia. Untuk mempermudah perawatan, Ivon pun memilih HPL (High Pressure Laminate) sebagai bahan pelapis. Bahan ini pemasangannya praktis, perawatannya mudah, serta memiliki banyak macam warna dan tekstur. Pemakaian material ini cocok untuk apartemen yang memang tidak terlalu sering ditinggali oleh pemiliknya.

Siapkan Genset

Apartemen yang berada di Bali ini tentu sudah dibekali dengan genset bali yang berkualitas dan bergaransi resmi. Ivon menyarankan agar apartemennya dibekali dengan genset sebagai sumber listrik alternatif bila terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Pastikan anda membeli genset di distributor jual genset bali yang terbaik, terpercaya dan original