Categories
Parenting

Aku Melahirkan Di Mana, Ya Bag3

NICU (Neonatal Intensive Care Unit) perlu dipertimbangkan jika dokter memperkirakan bayi memerlukan penanganan khusus akibat komplikasi tertentu atau lahir prematur. Keberadaan NICU diharapkan dapat mencegah kegagalan organ vital bayi seawal mungkin. Untuk bayi dengan risiko masalah kesulitan napas atau gangguan paru-paru, ketersediaan alat bantu pernapasan juga perlu dipertimbangkan.

Baca juga : Kerja di Jerman

Lebih baik lagi jika tersedia juga monitorkhusus untuk memantau denyut jantung dan kadar oksigen. Plus, jalur infus infusion pump dan syringe pump untuk memasukkan cairan dan obat-obatan pada bayi. ‘ MEMILIKI PROGRAM INISIASI MENYUSU DINI Rumah sakit memberikan waktu bagi Mama untuk segera melakukan kontak antar-kulit dengan bayi sebelum bayi dibersihkan. Bayi baru lahir belum bisa mengontrol suhu tubuhnya sehingga sangat penting untuk dijaga agar tetap hangat dan kering. Jika Mama melahirkan per vaginam dan Mama serta bayi dalam kondisi sehat, sebaiknya bayi langsung ditaruh di perut Mama begitu dia lahir untuk dilakukan IMD (inisiasi menyusu dini).

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan kontak antarkulit dilakukan segera setelah bayi lahir. Itu akan menjaga bayi tetap hangat, menciptakan ikatan dengan Mama segera setelah bayi lahir, dan meningkatkan kemampuan mengisap ASI. Kebanyakan bayi pada akhirnya akan beringsut ke dada ibunya jika diberi waktu yang cukup setelah diletakkan di perut dan mulai belajar mengisap puting. Jangan panik jika bayi tampak tidak bisa mengisap ASI dan hanya menjilati puting. Masih banyak Mama salah sangka menganggap bayi baru lahir harus minum banyak.

Ada juga Mama yang berpikir ASI-nya tidak keluar. Padahal, di hari pertama, memang yang keluar adalah kolostrum. Jumlah kolostrum yang keluar hanya sedikit, sekitar s ml per sesi menyusui, disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Sedikitnya kolostrum yang diisap bayi membuat beberapa Mama menganggap bayinya tak mampu menyusu atau ASI tidak keluar, padahal tidak demikian. Di hari kedua atau ketiga barulah ASI keluar dalam jumlah lebih banyak dan lebih cair. Saat inilah biasanya kita menganggap ASI baru “keluar”, padahal sebelumnya juga ASI sudah keluar sebagai kolostrum.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Gaya Pengasuhan Adjustment

Ririn dwi ariyanti (31), mama dari siti alana kalyani (4,5) dan siti alecia kaira (3) Menurut istri dari musisi sekaligus pengamat sepak bola Renaldi Hutomo Wahab alias Aldi Bragi (46), ini, disiplin merupakan hal penting dalam kehidupan. “Jika seseorang ingin sukses, hidup nyaman, tenang, kuncinya harus disiplin.”

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

Namun ia mengaku menerapkan disiplin bukanlah hal mudah. Ia memberi contoh. Saat jam makan tiba, keluarganya membiasakan untuk makan bersama di meja makan. “Kalaupun anak-anak nanti mau makan sambil bermain, tidak mengapa, yang penting mereka mau makan di meja makan dulu, paling tidak hingga setengah porsi makanannya. Inilah yang saya namakan gaya pengasuhan adjustment.” Anak-anak pun, menurut Ririn, mempunyai hak suara di dalam keluarga. Karena itu komunikasi, pemberian alternatif perlu diterapkan. Misal, saat membeli baju, “Saya berikan anak-anak alternatif, 1, 2, 3 alternatif baju untuk dipilihnya.

Baju yang anak pilih untuk dirinya, itulah akan saya beli. Dengan seperti ini akan terjalin komunikasi, diskusi, sehingga mental mereka akan menjadi kuat.” Soal pola asuh orangtuanya dulu, Ririn mengaku tak jauh berbeda, yakni mengedepankan disiplin, “Sejak kecil kedisiplinan saya ditempa oleh kedua orangtua, karena itulah saya menjadi anak yang tidak manja, mandiri, juga bertanggung jawab. Sejak kecil, saya sudah dibiasakan membereskan kamar sendiri, baju sendiri, cuci piring, dan sebagainya. Semua itu yang bisa membuat saya seperti sekarang ini, semuanya dimulai dari hal yang kecil.” Meski begitu, Ririn menghindari gaya pengasuhan yang serba-memerintah. “Jika memerintah artinya satu arah dong.”

Jalin Kedekatan

Erwin gutawa, ayah dari gita gutawa (22) Sebagai seorang ayah, Erwin mengaku santai dan apa adanya, tidak ada trik khusus yang Erwin tanamkan demi dekat dengan putrinya. “Saya dan Gita adalah partner bermusik yang baik. Waktu awal menikah, saya selalu bilang pada istri, anak kami harus suka musik. Oleh karena itu, saya berikan nama Aluna Sagita yang berarti alunan musk.

Sejak Gita kecil, saya sering mengajaknya nonton konser, beli CD musik, nonton musikal, dan menjalani kegiatan lain yang berhubungan dengan musik,” ungkap Erwin. Menurut pria yang dikenal sebagai Master Composer Indonesia ini, dengan sering menghabiskan waktu bersama, maka memunculkan kesukaan yang juga sama. Hal itulah yang memudahkan hubungannya dengan Gita.”

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Tetap Gratis Meski Sudah Profesional

Seiring bertambah besarnya Akademi Berbagi, mau tak mau Ainun harus membangun sebuah struktur organisasi yang profesional. “Struktur dibangun sambil berjalan, pelan-pelan dirapikan sedikit demi sedikit, tidak langsung jadi organisasi profesional. Trial and error kerap terjadi untuk menemukan organisasi yang sesuai sampai terwujudnya sebuah badan hukum dalam bentuk yayasan,” paparnya. Sekalipun sudah profesional seperti sekarang, namun untuk kegiatan reguler voluntary based, semuanya dikerjakan secara sukarela.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Untuk kegiatan khusus, seperti pertemuan relawan seluruh Indonesia yang sekarang berjumlah 150 orang lebih dan mendatangkan guru ke beberapa daerah, “Kami bekerja sama dengan beberapa perusahaan atau lembaga. Tetapi semua yang bekerja tetap volunteer yang tentunya tidak ada yang dibayar sama sekali.” Untuk membuktikan dan memperlihatkan kepada khalayak luas bahwa Akademi Berbagi itu bermanfaat, real, fun, juga gratis, setiap kegiatan yang dilakukan oleh Akademi Berbagi di mana pun selalu di-posting di media sosial. Tak heran, bila semakin banyak yang tertarik dan mau menjadi volunteer di berbagai kota. Ayo, mari berbagi!

Rahasia Tubuh Langsing Ideal

Siapa yang tidak ingin mempunyai tubuh langsing dan sehat? Pasti semua perempuan menginginkannya! Namun, cara-caranya harus tepat, ya, Ma. Nah, buku ini memberi pengetahuan tentang solusi sehat dalam menjaga bentuk tubuh agar tetap langsing dan menurunkan berat badan berlebih melalui pola hidup tepat, pola makan yang benar, latihan fi sik ringan, serta metode khusus penurun berat badan, seperti: olahraga, yoga, dan meditasi yang melangsingkan tubuh. Disertai pula dengan gambar-gambar melakukan latihan yoga yang benar serta pemilihan olahraga yang sesuai dengan bentuk tubuh dan umur.

Serial Doc Mc Stuffins – Bintik Biru Chilly

Banyak cara merangsang anak membuat cerita. Salah satunya dengan menempel stiker gambar. Seperti di buku ini, anak diajak membuat cerita dari stiker-stiker karakter DOC Mc Stuffi ns: ada Chilly, Lambie, Stuff y, dll. Tak perlu bingung, sebab di setiap halaman ada tema yang sudah ditentukan dan anak tinggal melanjutkannya. Pada stikernya pun dituliskan untuk cerita halaman berapa. Mudah, kan! Selain dilatih membuat cerita, motorik dan kreativitas anak ikut terangsang. Mereka diajak membuka stiker dan menempelkannya. Perlu kejelian dan kehati-hatian. Anak juga harus memutuskan stiker mana yang akan ditempel di halaman 1, 2, 3, dst. Biarkan anak berkreativitas sendiri, kita hanya memandu dan mengarahkannya. Buku cerita karya buah hati pun selesai sudah

Sumber : pascal-edu.com

Categories
Parenting

Kebutuhan Afeksi Anak Bagian 2

BERIKAN BATASAN Secara umum, Rina menyatakan, perilaku cium bibir harus disikapi de ngan bijaksana. Anak perlu mengetahui, perilaku tersebut merupakan eks presi kasih sayang orangtua kepada anak, dan sebaliknya. Perilaku cium bibir hanya boleh dilakukan oleh Mama Papa (orangtua) dan tidak boleh dilakukan oleh orang lain tanpa seizin orangtua. Minta anak untuk memberitahu orangtua jika mendapat cium di bibir dari orang lain tanpa sepengetahuan orangtua Selain itu, juga perlu diperhatikan masalah kesehatan, karena mencium di bibir dapat menjadi salah satu media perpindahan bakteri, kuman, atau virus yang menyebabkan penyakit. Ketika salah satu pihak—baik orangtua maupun anak—sedang sa kit, jangan melakukan cium bibir agar tak tertular penyakit. Beri tahu anak, perilaku cium bibir mungkin saja tak bisa dilakukan kalau orangtua dalam kondisi tidak sehat, sehingga anak tak perlu kecewa. “Oleh karena itu orangtua harus menjamin kondisi fisik yang sehat ketika melakukan cium bibir kepada anak,” tegas Rina. Intinya, ketika merasa cium di bibir tidak masalah, maka orangtua harus menentukan siapa saja yang boleh melakukan hal tersebut— batasilah pada kelurga inti—serta perha tikan kondisi kesehatan anak dan orangtua sendiri agar terhindar dari transfer penyakit.

PEMENUHAN KEBUTUHAN AFEKSI Sebetulnya, mencium bibir hanya salah satu dari cerminan kebutuhan afeksi anak. Yang lebih penting adalah bagaimana Mama Papa peka pada kebutuhan afeksi ini. Pemenuhan kebutuhan afeksi pada anak dapat dilakukan dengan memfasilitasi emosi-emosi yang dimiliki oleh secara tepat, sehingga anak memahami, orangtua melakukan peran sebagai pelindung dan pengasihan. Perkembangan emosi anak ditentukan dari interaksi anak dengan lingkungan terdekatnya, dalam hal ini keluarga. Dengan demikian, ekspresi emosi pun ditentukan dari bagaimana orangtua mengekspresikan emosinya maupun dirinya di depan anak.

Categories
Parenting

Kebutuhan Afeksi Anak

Kebutuhan afeksi setiap anak berbeda. Oleh sebab itu, sikapi dengan bijak keinginannya untuk bermanja, termasuk bila ingin mencium bibir. Namun, berikan dengan jelas batasannya. Anna terheran-heran melihat keponakannya yang baru datang dari sekolah memeluk dan mencium ibunya… di bibir! “Eh, kok begitu sih?” tanyanya dalam hati. Anna merasa jengah dengan perilaku tersebut. Menurut Anna, cium bibir hanya dilakukan oleh orang dewasa, khususnya mereka yang menjalin hubungan kasih. Tetapi untuk anak kecil? Rasanya, kok, tak pantas, ya! Orangtua yang memiliki nilai bahwa cium bibir hanya untuk individu usia dewasa dan karenanya terkait dengan perilaku seksual biasanya memang tak pernah menunjukkan perilaku cium bibir dengan pasangan di depan anak. Dengan alasan sama, mereka pun tak mengajarkan, membiasakan, atau melakukan perilaku cium bibir dengan anak sejak dini.

WAJAR ATAU TIDAK? Sebenarnya, perilaku cium adalah suatu ekspresi kasih sayang yang dilakukan terhadap orang lain. Kita pun tahu, ekspresi kasih sayang memang tak terbatas pada ekspresi verbal saja, namun juga ekspresi non-verbal, seperti mencium. Menilai apakah perilaku cium bibir antara anak dengan orangtua merupakan perilaku yang wajar atau tidak, tentu tak terlepas dari nilai-nilai yang dianut oleh setiap orang. “Wajar atau tidak suatu hal, itu bergantung pada cara pandang seseorang atau nilai yang dimiliki seseorang tersebut,” ujar Rina Rahmatika, dosen dan psikolog dari Universitas YARSI, Jakarta. Begitu pula jika anak yang meminta orangtua atau mencium orangtuanya di area sekitar bibir. Hal tersebut tergolong wajar apabila memang orangtua memiliki nilai dimana ekspresi sayang dapat dilakukan dengan perilaku cium bibir. Misalnya, Mama Papa tidak segan menunjukkan perilaku cium bibir di depan anak, atau justru memang melakukan perilaku cium bibir dengan anak sejak dini. Ketika anak meminta, hal itu menjadi wajar karena memang dilakukan dalam keseharian.

BELAJAR DARI LINGKUNGAN Hingga usia balita, anak masih belajar banyak hal dari lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga. Bagi keluarga yang melakukan perilaku cium bibir pada anak, hal ini jelas dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilakukan antar anggota keluarga. Sebaliknya, untuk keluarga yang tidak biasa melakukan perilaku cium bibir kepada anak balita atau batitanya, maka awalnya pasti akan merasa kebingungan dari mana anak belajar meminta hal tersebut. Pertama, coba cek apakah orangtua melakukan perilaku mencium bibir dengan pasangan di depan anak? Apa kah orangtua yakin anak tidak melihat ketika orangtua melakukan hal tersebut? Kedua, coba cek bagaimana isi tontonan yang dinikmati anak? Hal ini merupakan contoh yang juga dapat ditiru oleh anak. Satu hal yang penting dipahami orangtua, anak belum merasakan kenikmatan cium di bibir dalam kaitannya dengan kenikmatan seksual, karena balita memang belum memiliki dorongan biologis ke arah hasrat seksual. “Namun, apabila kenikmatan tersebut terkait dengan ekspresi afeksi, ya anak bisa saja dapat merasakan hal tersebut sehingga menganggap perilaku cium di bibir sebagai simbol kasih sayang,” terangnya.

Agar anak memiliki keterampilan berbahasa asing, berikan ia pelatihan di tempat terbaik bimbel bahasa Perancis di Jakarta.