Categories
Uncategorized

Piala Eropa Semakin Sengit Diperebutkan

Pada perhelatan Piala Eropa di Prancis yang akan digelar Jumat pekan ini hingga 10 Juli nanti, hampir semua tim punya pemain yang berasal dari kaum imigran. Mereka adalah anak-anak pendatang yang hijrah ke Eropa beberapa tahun atau puluhan tahun silam. Hasilnya lihat saja di tim Jerman. Tak skuad yang separuhnya diisi pemain pendatang. Paling tidak, dari hitungan sebelum daftar pemain resmi diumumkan, ada 101 pemain imigran dari 552 pemain yang berlaga pada Piala Eropa kali ini.

Empat tahun lalu, saat Piala Eropa digelar di Ukraina dan Polandia, jumlah pemain imigran hanya berada di angka 25 orang. Mereka terdiri atas 19 pemain keturunan Afrika dan 6 pemain keturunan Arab atau Turki. Di Swiss dan Austria delapan tahun lalu, jumlahnya lebih sedikit, yakni 6 orang, yang masing-masing terbagi dalam dua tim: Turki dan Jerman. Peningkatan jumlah itu dengan mudah ditunjuk sebabnya. Pertambahan usia TEMPO/LUCKY SETYARINI P semua pemain berambut pirang dan berkulit putih.

Selain Oezil, ada Sami Khedira, yang keturunan Tunisia, dan Emre Can, yang juga keturunan Turki. Lebih kontras lagi warna kulit Jerome Boateng— yang memiliki darah Ghana di tubuhnya. Di negara lain juga banyak. Inggris diam-diam menampung pula pemain yang datang dari negara lain. Raheem Sterling, pemain Manchester City, merupakan pendatang dari Jamaika. Dia meneruskan tradisi sebelumnya, seperti John Barnes—legenda Liverpool yang juga datang dari Jamaika. Tim lain lebih berwarna.

Negara seperti Belgia, Swiss, dan Prancis memiliki para imigran yang masuk ke Eropa pada awal 1990-an adalah salah satu sebabnya. Mereka imigran yang datang dari beberapa negara Balkan, yang menyingkir dari kampung halaman akibat terjadi konflik di sana. Gelombang migrasi inilah yang kemudian melahirkan generasi pemain seperti Adnan Januzaj sayang, dia dicoret pelatih Belgia, Marc Wilmots dan pemain-pemain asal Albania yang bermain untuk Swiss.

Gelombang migrasi itu merupakan yang terakhir merangsek ke Eropa, di samping tentu masuknya pengungsi Suriah dan negara-negara Afrika yang meledak tahun lalu. Sebelumnya, serbuan imigran terjadi ketika pecah dua perang dunia dan saat ekonomi membaik seusai perang. Eropa, khususnya kawasan barat, memang menjadi tujuan para imigran demi mencari tanah yang menjanjikan. Pembukaan industri dan tambang, yang membutuhkan banyak pekerja, adalah salah satu sebabnya.

Para pendatang dari kawasan Afrika Utara dan negara di sekitarnya datang menjadi buruh di sana. Mereka merupakan pendatang yang melahirkan generasi pemain seperti Zinedine Zidane dan Mesut Oezil. Mereka adalah generasi kedua atau ketiga dari gelombang kedua migrasi itu.

Website : kota-bunga.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *