Categories
News

6 Tersangka Pembunuh Maduro Ditangkap

[CARACAS] Sedikitnya enam orang ditangkap dengan tuduhan melakukan upaya pembunuhan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, saat menyampaikan pidato pada acara parade militer, di Caracas, Minggu (5/8). “Mereka yang ditangkap telah melakukan terorisme dan upaya pembunuhan,” kata Menteri Dalam Negeri Nestor Reverol, dalam siaran langsung televisi, Minggu. Insiden itu terjadi ketika Maduro sedang berpidato pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 pengawal nasional Venezuela, yang menampilkan parade militer. Rekaman langsung dari acara itu menunjukkan Maduro yang didampingi istrinya, Cilia Flores, tiba-tiba melihat ke atas saat beberapa drone terbang ke arahnya, dan beberapa saat kemudian terdengar ledakan keras. Ledakan itu membuat lusinan tentara yang sedang mengadakan parade berhamburan. Tujuh anggota penjaga nasional terluka dalam serangan itu. Reverol menjelaskan, penyerang menggunakan dua drone DJI M600 yang masing-masing membawa 1 kilogram peledak C-4, yang dapat menyebabkan kerusakan dalam radius 50 meter. Salah satu drone terbang di atas panggung kepresidenan dengan tujuan untuk diledakkan oleh para penyerang, tetapi pihak berwenang dapat menyebabkan drone itu kehilangan kendali dan meledak di luar daerah yang ditargetkan oleh para penyerang.

“Drone kedua kehilangan kendali dan jatuh ke satu gedung apartemen, dan meledak di lantai pertama,” ujar Reverol. Maduro selamat dari serangan yang dikatakannya sebagai upaya pembunuhan oleh elemen sayap kanan dan presiden Kolombia yang sedang berkuasa, Juan Manuel Santos. Ditahan D i n a s i n t e l i j e n Venezuela telah mengidentifikasi jalan-jalan di dekat lokasi kejadian yang diduga digunakan untuk meluncurkan drone dari jarak jauh, serta pelaku penyerangan yang diduga melarikan diri. Reverol mengatakan salah satu dari mereka yang ditahan memiliki surat perintah penangkapan yang luar biasa atas dugaan perannya dalam serangan Agustus 2017 di sebuah pangkalan militer di Valencia. Beberapa lainnya adalah orang-orang yang ditahan selama protes anti-pemerintah 2014. J a k s a A g u n g Venezuela, Tarek William Saab, mengatakan telah memerintahkan penyelidikan atas insiden itu, dengan menugaskan tiga jaksa penuntut untuk melakukan penyelidikan. Maduro muncul di TV nasional beberapa jam kemudian, ketika dia berbicara tentang penyelidikan dan penangkapan.

Selain menuding keterlibatan sayap kanan dan Presiden Kolombia, Maduro juga menyalahkan orang-orang Venezuela yang tinggal di Amerika Serikat. “Penyelidikan awal menunjukkan bahwa banyak dari mereka yang bertanggung jawab atas serangan itu, para pemodal dan perencana, tinggal di Amerika Serikat di negara bagian Florida,” kata Maduro. Pemerintah Venezuela telah lama menyalahkan Kolombia karena merencanakan penggulingan. Tudingan yang sama juga ditujukan kepada elemen sayap kanan di Bogota dan Miami, yang mencoba melemahkan pemerintahan Maduro. Laporan mengenai u p a y a p e m b u n u h a n Maduro menjadi sorotan. Aktivis dan pengguna media sosial menyebut serangan drone terhadap maduro sebagai upaya pembunuhan rekayasa alias palsu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *